Minggu, 10 Juni 2012

bore up niinja 150 r

NINJA 150 : MIKUNI TM 38 DISEMPURNAKAN EXHAUST 30 MM 

E-mail Print PDF
User Rating: / 1
PoorBest 
Bagaimanapun juga kelas Sport 2 Tak Tune-Up s/d 155 cc menjadi kelas bergengsi. Karena diisi kudapacu yang memang spesial dalam konteks mesin 2 tak. Tidak ketinggalan, pasukan balap yang belum lama hadir yaitu Abirawa DMC Racing Jakarta ikut ambil bagian.

Mengandalkan duet dragster nasional, M Saiman dan Amir Ceria dengan pacuan Kawasaki Ninja 150. Anyway, di Indonesia memang dominan alias lebih populer penggunaan Ninja. Lain hal Thailand yang lebih banyak mengaplikasi Honda NSR. Menarik dicermati, bahwa Widodo, singkat disapa Dodo, sang mekanik lebih pede dengan karburator Mikuni TM38.

“Bukan masalah harga yang memang lebih mahal TM 38. Namun menurut riset saya, konstruksi jarum skep menciptakan akselerasi lebih baik dan power-band yang relatif rata untuk berbagai tingkatan RPM,“ terang Dodo, dari bengkel DMC (Dodo Motor Cycle) yang bermarkas di Pondok Gede Bekasi dan memiliki best-time 7,4 detik untuk menu lintasan 201 meter.

“Start lebih enak dan tenaga yang keluar merata hingga handling lebih enak,“ timpal M Saiman, salah satu joki yang tergolong senior. Konsep optimalisasi pada kinerja karburator ini, tentu saja diikuti dengan modifikasi exhaust yang notabene memegang peranan vital ketika berbicara mesin bakar dua langkah. Disini sangat menentukan dalam pencapaian peak-performance.

“Tinggi exhaust dibuat 30 mm, bentuknya oval, sedang transfer setinggi 42 mm,“ tutur Dodo yang membubut magnet 1,5 mm hingga memiliki bobot 950 gram dan berkolaborasi dengan Randi, punggawa Abirawa Speed Shop.

Lagi-lagi yang juga nyeleneh, saat mencermati perbandingan rasio I dan II yang tidak seperti biasanya. Berdasar nilai koefisiennya, karakter yang tercipta lebih galak. Demikian terbukti pada perbandingan rasio I yang 25-12 (2,08). Kebanyakan bermain pada ramuan 30-16 (1,87).

Termasuk pula rasio II yang diklaim optimal dengan 26-18 (1,44)  dibanding pilihan yang banyak dipakai para kiliker yaitu 26-20 (1,3). Sekali lagi ditegaskan, mengaju pada nilai koefisien (hasil pembagian), maka semakin besar angka didalam kurung tersebut, memberikan output power yang lebih responsif. | ogy

SPEK KOREKAN :
KARBUTATOR : Mikuni TM 38, MAIN JET : 27,5, PILOT JET : 320, RASIO : 25-12 (I) dan 26-18 (II), CDI : Kawasaki KRR (1454), KNALPOT : CMS, FINAL GEAR : 15-39 (201 Meter).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar