Rabu, 13 Juni 2012

cvt motor matic

Belajar dalamnya CVT skutik: roller, variator dan pernya, part 1

 

 

 

Dulu gw pernah posting seklias tentang cara kerja motor matic di sini. Pendeknya kalau motor matic yang pakai CVT ada dua roda penggerak, yang depan nempel ke mesin adalah drive pulley dan yang nempel ke as roda adalah driven pulley. Antara roda depan dan belakang dihubungkan oleh sebuah belt dimana radius drive pulley dan driven pulley bisa membesar dan mengecil tergantung kita ngegas. Itulah singkatnya cara kerja matic secara umum.
Kali ini gw mau coba bahas tentang komponen masing-masing parts dan cara kerjanya, semoga dari posting ini kita bisa dapat gambaran tentang fungsi masing-masing parts. Mohon di betulkan kalo gw salah-salah, maklum bukan orang bengkel seeeeh….
Kalau kita buka CVT skutik, maka umumnya kita akan mendapati temuan seperti ini

Gambar dari blog Motor Matic Mania
Bagian depan (di foto di kiri yang dinamakan variator/drive pulley, yang belakang sering disebut rear pulley atau driven pulley) Bisa dilihat juga ada sebuah belt yang menghubungkan drive dan driven pulley.
Kalau di gas sedikit (rpm rendah) radius di variator adalah kecil dan di belakang adalah besar, seperti pada gambar illustrasi yang dibuat oleh member Aprilia Forum di bawah ini.

Sementara kalau kita mlintir gas banyak (rpm tinggi) radius di variator menjadi besar sementara radius driven pulley menjadi kecil. Jadi baik radius variator depan dan belakang sifatnya adalah dinamis!

Bisa dinamis karena pada bagian dalam variator ada yang namanya roller. Roller inilah yang sering diganti dengan berat yang lebih ringan dan jenis pelapis yang berbahan khusus, nambah tenaga alias HP sih nggak, cuman dengan penggantian roller yang lebih ringan atau lebih berat, kita bisa mengatur: pilih akselerasi atau top speed?
Foto roller yang di dalam variator macam-macam seperti di bawah ini.

Gambar bawah, adalah roller biru di dalam mangkuknya. Semakin tinggi RPMnya, roller akan bergerak ke pinggiran mangkuk. Materialnya roller macem-macem, merk macem-macem, ukuran macem-macem, komposisi metal dan pelapisnya juga macem-macem, cocok-cocokan.

Si roller itu ada di dalam mangkuk Variator semakin roda depan, saat berputar kencang, roller akan tertarik keluar sesuai gaya sentrifugal. Gambar di bawah adalah potongan komponen variator saat rpm rendah. Roller weight berada di poros roda, belt berputar pada radius kecil…

Sementara pada RPM tinggi gambar potongannya seperti di bawah. Roller bergerak ke pinggir, menekan pulley hingga merapat, otomatis radius menjadi besar.

Jadi…
Semakin ringan roller = akselerasi bawah untuk stop and go makin mantap, top speed makin pendek
Semakin berat roller = akselerasi bawah untuk stop and go makin lambat, top speed lebih tinggi
Enaknya gimana? Ya masing-masing orang beda-beda cara berkendara dan kondisi berkendara, mau enaknya gimana?
Part kedua adalah soal driven pulley yang juga dinamis dan nempel ke as roda, nyusul yaaak.



Cara Kerja CTV Pada Matic

Berikut ini adalah Artikel Cara Kerja Mesin Matic yang bagi anda masih sekolah jurusan mesin atau sekedar belajar mesin untuk ilmu bengkel anda silahkan di simak ulasan mengenai Artikel Cara Kerja Mesin Matic, mungkin dengan adalanya artikel berikut bisa sedikit menambah ilmu agan sekalian.
 
Banyak siswa yang menanyakan "gmana sih pak cara kerja cvt pada matic tuh? Berikut penjelasan bagaimana cvt bekerja Mungkin banyak siswa smk sekolah lain juga belum mengerti cara kerja dari mesin matik atau CVT(Continuously Varible Transmission) pada sepeda motor. Ternyata lebih sederhana dari mesin konvensional atau mesin bertransmisi. Semua komponen CVT terdapat pada boks CVT atau secara kasat mata bentuknya adalah lengan ayun sebelah kiri motor matik kita, yang terlihat begitu besar dan berat. Disitu terdapat tiga komponen utama yaitu puly depan(Drive Pulley), puly belakang(Driven Pulley) dan v-belt. Puly depan dihubungkan ke crankshaft engine(kruk-as), sedangkan puly belakang dihubungkan ke as-roda. Yang menghubungkan puly depan dan puly belakang adalah v-belt. Pada saat stationer atau putaran rendah, puly depan memiliki radius yang kecil dibandingkan dengan puly belakang atau rasio gigi ringan. Seiring dengan bertambahnya putaran mesin (rpm), maka puly depan radiusnya juga ikut membesar sedangkan puly belakang justru mengecil atau sama dengan rasio gigi berat. Untuk kerja v-belt hanya menghubungkan kedua puly tersebut agar dapat berjalan secara bergantian. Jadi saat puly depan membesar maka yang menyebabkan puly belakang mengecil adalah karena desakan dari v-belt, karena panjang v-belt selalu sama pada proses ini. Karena kerja CVT yang linear, maka mesin matik dapat menghasilkan akselerasi yang halus tanpa adanya kehilangan tenaga.



















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar